Visi, Misi, Tujuan & Sasaran Strategis

VISI

Mengacu pada tugas pokok dan fungsi institusi yang ditetapkan dalam Peratutan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup serta mempertimbangkan potensi, karakteristik wilayah dan permasalahan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, maka visi yang ingin diwujudkan oleh Pusat Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara adalah :

 “TERWUJUDNYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP BERBASIS EKOREGION BALI DAN NUSA TENGGARA”

MISI

Untuk mencapai visi tersebut maka perlu ditetapkan misi organisasi sebagai dasar untuk membangun pondasi yang kuat dalam menetapkan arah dan tujuan yang akan dilaksanakan oleh Pusat Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara. Misi Pusat Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara adalah sebagai berikut:

  1. Melaksanakan Inventarisasi dan Mengembangkan Sistem Informasi Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara
  2. Melaksanakan pengendalian pemanfaatan ruang dan pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
  3. Melaksanakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kelembagaan dan laboratorium daerah di ekoregion Bali dan Nusa Tenggara
  4. Melaksanakan penyusunan rencana dan program, keuangan, administrasi umum dan kepegawaian

TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS TAHUN 

Untuk merealisasikan visi dan misi Pusat Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara, perlu dirumuskan tujuan dan sasaran-sasaran strategis tahun 2011 – 2014 yang akan dengan lebih jelas menggambarkan ukuran-ukuran terlaksananya misi dan tercapainya visi.

Tujuan Strategis

Tujuan strategis Pusat Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara disusun berdasarkan pada misi organisasi.  Adapun tujuan strategis Pusat Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara adalah sebagai berikut:

MISI

TUJUAN

Melaksanakan Inventarisasi dan Mengembangkan Sistem Informasi Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara    
  1. Terwujudnya data inventarisasi Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara
  2. Penetapan ekoregion pulau di Bali dan Nusa Tenggara
  3. Mewujudkan sistem informasi ekoregion Bali dan Nusa Tenggara
  4. Tersusunnya status lingkungan hidup ekoregion Bali dan Nusa Tenggara
Melaksanakan Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Pengelolaan Sumber Daya Alam  Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara   

 

 

  1. Meningkatnya upaya   pengawasan penerapan instrumen perlindungan dan pengelolaan ekoregion Bali dan Nusa Tenggara
  2. Meningkatnya upaya pelaksanaan pencegahan, penanggulangan dan pemulihan pencemaran lingkungan dan /atau kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan SDA Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara
  3. Meningkatnya penaatan hukum lingkungan
Melaksanakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kelembagaan dan laboratorium daerah di ekoregion Bali dan Nusa Tenggara 
  1. Meningkatnya kapasitas   Sumber Daya Manusia di ekoregion Bali dan Nusa Tenggara.
  2. Meningkatnya kapasitas kelembagaan ekoregion Bali dan Nusa Tenggara.
  3. Meningkatnya kapasitas laboratorium lingkungan hidup daerah.
  4. Pelaksanaan laboratorium rujukan.
Melaksanakan penyusunan rencana dan program, urusan keuangan, administrasi umum dan kepegawaian  
  1. Tersusunnya rencana, program  dan anggaran
  2. Terwujudnya tata kelola pelayanan operasional perkantoran

Sasaran Strategis 2011-2014

Sasaran strategis ditetapkan untuk keperluan pengukuran ketercapaian tujuan strategis. Sasaran strategis menggambarkan kondisi yang harus dicapai dalam kurun waktu 2011 – 2014. Adapun sasaran strategis Pusat Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara untuk tiap tujuan strategis beserta indikator pencapaian sasaran tersebut adalah sebagai berikut

 TUJUAN STRATEGIS

 SASARAN STRATEGIS 

INDIKATOR

1. Terwujudnya data       inventarisasi Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara Tersedianya data inventarisasi ekoregion berbasis pulau Jumlah basis data inventarisasi ekoregion berbasis pulau
2. Penetapan ekoregion pulau di Bali dan Nusa Tenggara Ditetapkannya ekoregion berbasis pulau Jumlah ekoregion yang sudah ditetapkan
3. Mewujudkan sistem informasi ekoregion Bali dan Nusa Tenggara Tersedianya sistem informasi ekoregion Bali dan Nusa Tenggara Jumlah pulau yang memiliki sistem informasi ekoregion
4. Tersusunnya status lingkungan hidup ekoregion Bali dan Nusa Tenggara  Tersedianya informasi  status lingkungan hidup ekoregion Bali dan Nusa Tenggara Jumlah Status Lingkungan Hidup Ekoregion 
5. Meningkatnya upaya   pengawasan penerapan instrumen perlindungan dan pengelolaan ekoregion Bali dan Nusa Tenggara Meningkatnya penaatan terhadap penerapan instrumen pengelolaan lingkungan
  1. Persentase Provinsi, Kabupaten/Kota di ekoregion Bali dan Nusra yang telah menerapkan KLHS.
  2. Persentase Provinsi, Kabupaten/Kota yang telah memiliki komisi Penilai AMDAL berlisensi.
  3. Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi terhadap penaatan Baku Mutu dan izin Lingkungan.
  4. Jumlah kabupaten/kota yang diawasi dalam pemberian izin lingkungan dan penerapan NSPK
6. Meningkatnya upaya pelaksanaan pencegahan, penanggulangan dan pemulihan pencemaran lingkungan dan /atau kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan SDA Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara 

 

1.Terlaksananya upaya pencegahan pencemaran lingkungan 

 

 

  1. Jumlah Provinsi, Kabupaten/Kota yang telah menetapkan daya dukung dan daya tampung
  2. Jumlah Provinsi, Kabupaten/Kota yang telah memiliki Perda dan peraturan pelaksanaannya dibidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
  3. Jumlah Provinsi, Kabupaten/Kota yang telah memiliki sarana pencegahan pencemaran
2.Terlaksananya upaya penanggulangan dan pemulihan pencemaran lingkungan Jumlah kasus pencemaran yang tertanggulangi dan terpulihkan
3.Terlaksananya upaya  pencegahan kerusakan lingkungan Jumlah  Kabupaten/Kota yang telah memiliki   peraturan   dibidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan
4.Terlaksananya upaya  penanggulangan dan pemulihan kerusakan lingkungan Jumlah luasan lahan yang tertanggulangi dan terpulihkan
7. Meningkatnya penaatan hukum lingkungan 1.Terbentuknya Pos Pengaduan Lingkungan
  1. Jumlah Pos Pengaduan yang terbentuk
  2. Jumlah pos pengaduan yang efektif
2.Terlaksananya penegakan hukum lingkungan Jumlah sanksi yang dikenakan pada kegiatan dan /atau usaha yang melakukan pelanggaran
8. Meningkatnya kapasitas Sumber Daya Manusia di ekoregion Bali dan Nusa Tenggara 1.Tersedianya data kebutuhan diklat peningkatan kapasitas SDM Jumlah data kebutuhan diklat  yang dibutuhkan lembaga pengelola lingkungan hidup di Prov dan kabupaten/kota
2.Tersedianya SDM pengelola lingkungan hidup berkualitas yang memenuhi tingkat kompetensi yang dibutuhkan Jumlah SDM  pengelola lingkungan hidup yang telah   kompeten dibidang lingkungan hidup
9.Meningkatnya kapasitas kelembagaan ekoregion  Bali dan Nusa Tenggara  1.Meningkatnya status kelembagaan pengelola lingkungan hidup berbasis ekoregion Jumlah  Prov, Kab./Kota yang memiliki lembaga pengelolaan lingkungan hidup berbasis ekoregion
2.Terlaksananya keterpaduan fungsi-fungsi kelembagaan ekoregion lintas sektor Jumlah lembaga  lintas sektor yang terpadu berbasis ekoregion
10.Meningkatnya kapasitas laboratorium lingkungan hidup daerah 1.Terpenuhinya  SDM laboratorium uji kualitas lingkungan yang  kompeten Jumlah SDM laboratorium uji kualitas lingkungan yang   kompeten
2.Terbentuknya laboratorium lingkungan  yang terakreditasi Jumlah laboratorium lingkungan yang terakreditasi
11.Pelaksanaan laboratorium rujukan 1.Terbangunnya laboratorium rujukan di PPE Bali dan Nusra 
  1. Jumlah sarana dan prasarana laboratorium rujukan yang tersedia
  2. Jumlah parameter layanan uji kualitas lingkungan
2. Terlaksananya pelayanan uji kualitas lingkungan di laboratorium rujukan di PPE Bali dan Nusra Jumlah layanan uji kualitas lingkungan
12.Tersusunnya rencana, program dan anggaran Tersusunnya dokumen rencana, program  dan anggaran Jumlah dokumen  rencana, program dan anggaran
13.Tersusunnya rencana, program dan anggaran 1.Terkelolanya anggaran berbasis kinerja Persentase penyerapan anggaran berbasis kinerja
2.Tersedianya pelayanan administrasi perkantoran Persentase terpenuhinya pelayanan administrasi perkantoran
Top