Provinsi NTT

Jumlah penduduk Provinsi NTT menurut proyeksi BPS tahun 2009 adalah 4.619.655 jiwa dengan kepadatan 95 jiwa per kilometer persegi. Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari 566 pulau. Pulau yang terhuni berjumlah 42 buah sedangkan sisanya tidak berpenghuni. Pulau –pulau  besar di wilayah ini adalah Pulau Flores dengan luas 15.756,67 km2, Pulau Timor  dengan luas 15.120,83 Km2, Pulau Sumba dengan luas 11.052,42 Km2 dan Pulau Alor 2.864,40 Km2, sedangkan sisanya merupakan pulau-pualu kecil dengan luas yang lebih kecil dari Pulau Alor.

Secara administratif, Provinsi NTT memiliki luas daratan 47.349,9 KM2 dan luas perairan kurang lebih 200.000 km2, terbagi atas 21 kabupaten/kota. Dari luas daratan tersebut tercatat 96,74 persen merupakan lahan kering, sedangkan sisanya 3,26 persen merupakan lahan basah. Itu berhubungan erat dengan musim hujan yang cukup pendek yaitu 3-4 bulan, yang sering disertai distribusi yang kurang merata. Curah hujan terendah hanya mencapai 1059Mm dengan jumlah hari hujan hanya 65 hari. Dengan demikian, NTT dikenal sebagai daerah semu-arid.

Selain itu dari segi topografisnya hampir semua pulau di wilayah NTT terdiri dari pegunungan dan perbukitan kapur. Dari sejumlah gunung yang ada terdapat gunung berapi yang masih aktif. Bahkan di pulau Flores, Sumba dan Timor terdapat kawasan padang rumput (savana) dan stepa yang luas dimana pada beberapa kawasan padang rumput tersebut dipotong oleh aliran sungai-sungai.

Beberapa permasalahan lingkungan hidup dan isu strategis yang ada di Provinsi NTT adalah:

  1. Kerusakan Ekosistem  Lahan dan hutan
  2. Berkurangnya sumber-sumber mata air
  3. Sampah dan limbah domestik
  4. Krisis Energi
  5. Kerusakan ekosistem pesisir dan laut
  6. Keanekaragaman hayati
Top