RAPAT TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP (RPSDALH) DI PROVINSI BALI

Rapat teknis Rijaluzzaman

Pesatnya pengembangan kegiatan kepariwisataan di Bali, telah memberi kontribusi penyediaan lapangan kerja yang memancing tingginya migrasi ke Pulau Bali terutama pada wilayah Bali bagian selatan.Dampak kegiatan pariwisata disamping memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan dalam berbagai bidang penghidupan, juga telah menimbulkan masalah pembangunan seperti meningkatnya kebutuhan lahan untuk pemukiman dan pengembangan infrastruktur wilayah, serta eksploitasi sumberdaya air. Dua hal ini ternyata menimbulkan dampak negatif yang cukup signifikan seperti penyusutan tutupan lahan,  peningkatanlahan kritis, penurunan muka air tanah, intrusi, dan pencemaran air permukaan. Akibatnya, daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup bagi kehidupan masyarakat Bali semakin menurun.

Salah satu kegiatan yang akan dan sedang dilakukan oleh P3E Bali-Nusra pada tahun 2016 adalah penyusunan dokumen “Rencana Pengelolaan Sumberdaya Air Pulau Bali Tahun 2016”. Tujuan penyusunan dokumen tersebut adalah:

  1. menyediakan informasi daya dukung dan daya tampung(DDDT) sumberdaya air bagi pemangku kepentingan dalam analisis dan perumusan rencana tata ruang wilayah atau kawasan,
  2. memberikan masukan terhadap arahan program dan kegiatan pembangunan pengelolaan sumberdaya air berdasarkan DDDT dan rencana tata ruang wilayah atau kawasan.

Untuk menggali informasi dari para pihak tentang permasalahan pengelolaan sumberdaya air di tingkat tapak, P3E Bali-Nusra menyelenggarakan Rapat Teknis I pada tanggal 15 Juni 2016 di Ruang Rapat Komodo, Lt. 3.

Rapat teknis ini dihadiri oleh SKPD Provinsi/Kabupaten, UPT LHK di daerah, BWS Bali Penida, perwakilan Kantor Kecamatan, serta perguruan tinggi. Adapun narasumber yang menyampaikan materi adalah Drs. Rijaluzzaman (Kepala P3E Bali dan Nusra), Nuga Putrantijo (Kepala Stasiun Klimatologi Negara), Ir. Tekstiyanto (Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Unda Anyar), I Made Dwi Arbani, S.TP., M.Si. (Kepala Bidang Perencanaan Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup) dan Ir. I Ketut Sudiarta, M.Si. (Dosen Universitas Warmadewa).

Pokok-pokok hasil rapat dapat dirangkum sebagai berikut :

1. Permasalahan pengelolaan DAS adalah permasalahan yang membutuhkan komitmen dan partisipasi semua pihak, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Swasta, dan masyarakat.
2. Permasalahan utama pengelolaan SWP DAS Pangi Ayung adalah:

  • belum optimalnya koordinasi antar sektor, antar-instansi dan antar-daerah,
  • masih terjadi egosektoral,
  • belum adanya pemahaman yang sama tentang Pengelolaan DAS,
  • kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan DAS masih rendah,
  • belum optimalnya kelembagaan dalam pengelolaan DAS (Forum DAS).
  • banyak terjadi alih fungsi lahan, dan
  • lahan kritis belum tertangani secara optimal.

3. Masih ada persepsi dalam pengelolaan DAS bahwa kegiatan konservasi adalah tugas masyarakat di bagian hulu, sedangkan kegiatan pemanfaatan adalah bagi masyarakat bagian tengah dan hilir. Hal ini menyebabkan adanya kesenjangan ekonomi antara masyarakat hulu, tengah, dan hilir.

Top