Kunjungan Lapangan Mahasiswa PSMIL Universitas Udayana

Mahasiswa Unud

Sumber daya alam dan daya dukung lingkungan merupakan faktor yang berpengaruh besar dalam setiap proses pembangunan. Untuk itu, diperlukan adanya keserasian dan keterpaduan dalam setiap langkah pembangunan yang dilakukan dengan daya dukung lingkungan yang dimiliki. Untuk itu, mengetahui kemampuan daya dukung perlu diupayakan karena hal tersebut berpengaruh besar terhadap hasil yang akan didapatkan. Daya dukung lingkungan fisik seperti air, tanah, hutan, termasuk udara juga sangat berpengaruh terhadap kualitas manusia yang ada didalamnya. Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata utama di Indonesia dengan berbagai kegiatan pembangunan didalamnya senantiasa harus memiliki daya dukung lingkungan untuk memenuhi kebutuhan manusia didalamnya. Upaya pengendalian kerusakan dan pemulihan lingkungan yang terlanjur rusak harus dilakukan secara berkesinambungan agar daya dukung yang ada tersebut tetap terjaga.

Sebagai gambaran bahwa daya dukung kawasan hutan di Pulau Bali, relatif sangat minimum dibandingkan ketentuan minimal 30 persen dari luas daerah aliran sungai dan atau pulau dengan sebaran proporsional seperti tertuang dalam UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.  Luas tersebut dapat ditutupi dari keberadaan hutan rakyat, implikasinya  perubahan tata guna lahan hutan sangat rentan terjadi. Disisi lain implikasi dari fungsi hutan sebagai kawasan penyangga, memberikan dampak terhadap daya dukung air di Pulau Bali, dimana dapat dikatakan  hanya 4 kabupaten  surplus  air, sementara lainnya dalam kondisi defisit air terlebih disaat musim kemarau berkepanjangan.

Demikian beberapa inti permasalahan terkait dengan daya dukung lingkungan Bali yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusra, Novrizal  Tahar, saat menyampaikan pemaparan dihadapan mahasiswa  magister Ilmu Lingkungan Universitas Udayana yang melakukan kunjungan pada 10 April 2015. Ditambahkan pula oleh pak Nov, demikian namanya akrab disebut, bahwa kedepan manusia di seluruh bumi ini akan menghadapi dengan peradaban yang pro lingkungan. Saat ini saja walaupun masih terkesan bungkusan, banyak pelaku bisnis/usaha yang menambahkan embel-embel ramah lingkungan disetiap produksi dagangannya. Dan ini akan semakin berkembang seiring tuntutan penduduk bumi terhadap produk yang ramah lingkungan disamping adanya ketakutan lebih besar terkait bencana pemanasan global yang sudah dirasakan.

Kegiatan kunjungan ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat menggali isu-isu strategis permasalahan lingkungan, sehingga dapat menjadikan pertimbangan penyusunan penelitian yang akan dilakukan. Didampingi salah satu dosen senior, Prof. Mahendra, disini mahasiswa diharapkan dapat menjalin hubungan yang sinergis dengan instansi, melalui pemanfaatan perpustakaan lingkungan PPE Bali dan Nusra serta hasil-hasil penelitian mahasiswa yang dapat dipublikasikan secara luas. Dengan demikian, mahasiswa secara tidak langsung dapat berperan dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui pemikiran yang dilakukan.

Acara diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari mahasiswa yang diwakili oleh dosen pembimbing kepada Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusra.

Top