METODE EVALUASI

Mekanisme Penyusunan Indeks Tata Kelola Hutan (ITKH)

Pendekatan Metode Sumber Data Jenis Data
Kuantitatif Analisa Isi Peraturan Kebijakan Data objek – Ada/tidak ada dan mariks kualitas
Berita Media Cetak Data objek-frekuensi bentuk jenis
Survey Pelaku Usaha Data objektif – presentase
Analisis Dokumen Laporan Data objektif – jumlah, presentase, bentuk dan jenis
Kualitatif Wawancara Narasumber Data subjektif – Koding dalam kategorisasi
Diskusi Kelompok Terfokus Narasumber Data subjektif – Konfirmasi dan koding dalam kategorisasi
 Panel Ahli Narasumber Data subjektif – Konfirmasi dan koding dalam kategorisasi

1. Analisis Isi : Dipergunakan sebagai instrumen untuk mengukur kualitas peraturan, kebijakan, dan peristiwa-peristiwa yang sumber informasinya didapat dari pemberitaan media cetak, baik nasional maupun daerah

2. Survey Opini : Dipergunakan mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan dengan indikator-Indikator biaya dalam suatu proses perizinan dan pelaksanaan izin oleh para pelaku usaha kehutanan. Pengambilan sample dalam survey ini menggunakan metode penarikan purposif, yang artinya sampel diambil dari sejumlah pelaku usaha yang menjadi responden. Semakin banyak data yang terkumpul maka semakin baik data yang didapatkan

3. Analisis Dokumen : Dipergunakan untuk menelaah laporan-laporan yang diterbitkan berbagai pihak seperti pemerintah, lembaga penegak hukum, pelaku usaha, masyarakat sipil, lembaga swadaya masyarakat, masyarakat adat dan masyarakat lainnya

4. Wawancara : Dipergunakan untuk pengukuran indikator-indikator tata kelola hutan yang dilengkapi dengan perangkat pertanyaan semi terstruktur

5. Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) : Penyusunan dengan metode ini dapat lebih efektif karena dengan diskusi yang terfokus maka narasumber yang dibutuhkan dapat memberikan data-data yang lebih lengkap dan dapat saling melengkapi antara narasumber yang satu dengan yang lain

6. Analisis Panel Ahli : Penyusunan dengan metode ini dapat lebih efektif karena dengan diskusi yang terfokus maka narasumber yang dibutuhkan dapat memberikan data-data yang lebih lengkap dan dapat saling melengkapi antara narasumber yang satu dengan yang lain

Sumber : Buku Manual Indeks Tata Kelola Hutan, 2013, UNDP Indonesia

Top