Ekspedisi NKRI Tanam Kelor di Kampung Kambuna, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur

Penanaman kelor

Kunjungan kerja ekspedisi NKRI 2015 Koridor Kepulauan Nusa Tenggara di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, dihadiri oleh Kepala Staf TNI AD, Gatot Nurmantyo, Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara, Novrizal Tahar, Bupati Kab. Belu, Drs. Wellem Foni, M.Si., Pangdam IX/Udayana, Torry Djohar Banguntoro, Danrem se Bali dan Nusra, Ketua DPRD Kab. Belu, tokoh masyarakat dan peserta ekspedisi NKRI 2015.

Ekspedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara akan berlangsung selama empat bulan, mulai 19 Januari hingga 12 Juni 2015 dengan melibatkan unsur TNI, POLRI, Mahasiswa, LSM, Para Peneliti, Kementerian, Lembaga, Dinas Instansi baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat. Peserta Ekspedisi NKRI Koridor Bali dan Nusra 2015 berjumlah sebanyak 1.241 orang.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan bantuan kepada 13 koperasi masyarakat untuk pengembangan tanaman kelor dan cendana. Lokasi penanaman kelor terletak di Kampung Kambuna yang berjarak kurang lebih 2 km dari bandara Haliwen dengan luas areal penanaman kelor : 10 ha dan jumlah bibit kelor yang ditanam sebanyak 1000 bibit. Kegiatan ini merupakan kerjasama TNI AD dengan BRI dan PT. Moringga Indonesia dalam rangka mengangkat kesejahteraan masyarakat lokal melalui budidaya tanaman kelor sebagai sumber pangan, obat,  kosmetik, dan produk lainnya.

Penghijauan dengan tanaman kelor pertama kali dicanangkan pada bulan Maret Tahun 2014. Diawali dari Kab. Kupang, Kab. TTU dan Kab. Alor. Pohon kelor merupakan pohon yang familiar bagi masyarakat NTT khususnya Kabupaten Belu yang menyebutnya pohon Marungga karena sangat cocok dengan kondisi tanah dan cuaca di Belu.

Belu EkspedisiKegiatan pelestarian alam dalam ekspedisi ini, cenderung mengarah kepada kegiatan penghijauan.  Selama ekspedisi, telah disiapkan tiga puluh ribu bibit pohon cendana di Pulau Alor dan dua puluh ribu benih pohon kelor akan disebar didaerah Ende, Sumba Barat Daya dan Kupang.

Top