RAKOREG PPE BALI NUSRA 2014

20140602074925-DSC_2804_(FILEminimizer)

Pusat Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara (PPE Bali Nusra) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Regional (RAKOREG) untuk wilayah Bali, NTB, dan NTT pada tanggal 12 – 13 Mei 2014 di Hotel Sanur Plasa, Sanur, Denpasar, yang dibuka secara langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Prof. Dr. Balthasar KambuayaMBA.Turut hadir dalam Rakoreg ini Gubernur Provinsi Bali, Made Mangku Pastika, Wakil Gubernur Provinsi NTT,  Drs. Benny Alexander Litelnoni, SH, M.Si., Bupati Kabupaten Badung, A.A Gde Agung, SH, dan diikuti oleh institusi lingkungan hidup Provinsi/kota/Kabupaten dan institusi perencanaan pembangunan daerah di Provinsi Bali, NTB, dan NTT.

Rapat koordinasi pengelolaan lingkungan hidup regional Bali dan Nusa Tenggara tahun 2014 mengusung tema “Penguatan Sinergi Basis Data Untuk Mendukung Ketahanan Lingkungan di Ekoregion Bali dan Nusa Tenggaramempunyai arti yang sangat penting dan momentum yang tepat untuk membahas mengenai permasalahan-permasalahan lingkungan hidup yang terjadi di Regional Bali dan Nusa Tenggara, membahas capaian kegiatan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota tahun 2013 – 2014 serta membahas rencana kegiatan harus  dilakukan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah (provinsi dan kabupaten/kota) Tahun 2015 – 2019 dalam mewujudkan komitmen pemerintah untuk Menurunkan Beban Pencemaran Air, Udara dan Tanah, Pengendalian Kerusakan Ekosistem dan Terlindunginya Keanekaragaman Hayati yang merupakan Kinerja Utama (KU) Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara. Untuk dapat mencapai target  dari 3 (tiga) Kinerja Utama (KU) Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara tersebut, maka Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (provinsi dan Kabupaten/Kota) diharapkan adanya koordinasi dan harmonisasi secara terpadu dalam mewujudkan kegiatan pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup.

Dalam sambutan pembukaan Rakoreg Bali dan Nusa Tenggara, Menteri Lingkungan Hidup RI, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA., menyatakan pentingnya koordinasi dan sinergi dalam melaksanakan program dan kegiatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, terutama dalam   mendukung isu lingkungan yang berkaitan dengan aktifitas  kepariwisataan di Bali dan kegiatan pariwisata dan  pertambangan di NTB dan NTT sehingga terwujudnya 4 (empat) pilar urusan penting lingkungan yaitu Hak Asasi Manusia di Bidang Lingkungan Hidup, Pembangunan Berkelanjutan, Perubahan Iklim dan Daya Saing Regional dalam arti positif. Bapak Menteri LH juga berkomitmen mendukung percepatan pencapaian sasaran pembangunan dengan memperkuat peran PPE untuk menjadi jembatan dalam meningkatkan efektifitas pelaksanaan program kebijakan pusat di daerah sehingga Indikator Kinerja Utama bidang lingkungan hidup dapat dicapai bersama daerah.

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika yang turut hadir dalam pembukaan Rakoreg menyambut baik dan sangat mendukung pelaksanaan Rakoreg 2014 ini dalam memantapkan koordinasi dan sinergitas pelaksanaan pembangunan nasional khususnya di bidang lingkungan hidup. dalam sambutannya, Gubernur Bali  memaparkan saat ini untuk menciptakan Bali hijau, Provinsi Bali sudah memiliki Program Bali Green Province yang merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Bali bersama – sama seluruh komponen masyarakat Bali mewujudkan Bali yang bersih, hijau, sejuk dan lestari untuk mewujudkan Bali sebagai provinsi organik, yang dalam implementasinya berlandaskan filosofi Tri Hirta Karana.

Sementara itu Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Bali dan Nusa Tengggara, Drs. Dasrul Chaniago, MM., ME., MH., menyampaikan bahwa pelaksanaan rakoreg ini bertujuan untuk mengajak pemerintah daerah agar bersama – sama menyinergikan data ketahanan lingkungan untuk Bali, NTB, dan NTT agar menjadi basis data yang strategis.

Pelaksanaan Rakoreg ini mengangkat Best Practice Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup yang telah dilakukan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Bupati Badung mempresentasikan Penanganan sampah terpadu (3R dan Bank Sampah) di wilayah Kabupaten Badung, Wakil Gubernur NTT memaparkan Konservasi Ekosistem Pesisir (Penetapan Taman Nasional Laut Sawu), dan BLH Provinsi NTB mempresentasikan program Perlindungan Mata Air (PERMATA).

Pada pertemuan ini juga dilakukan diskusi kelompok kerja penetapan isu prioritas lingkungan hidup dari masing – masing ekoregion di Bali dan Nusa Tenggara yang dikelompokkan berdasarkan kepulauan yaitu Kelompok Pulau Bali, Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Pulau Flores, Pulau Flores, Pulau Timor, dan Pulau Sumbawa.

Top